KEPEL
(Stelechocarpus Burahol)
Sudah pernahkah anda mendengar tanaman Kepel ataupun buah Kepel? Aneh
ya? Lebih aneh lagi, karena kita kok baru tahu sekarang... Bahkan,
hampir sebagian besar bangsa kita tidak mengenal tanaman ini. Setiap
kali saya memperkenalkan tanaman ini kepada teman-teman dan
saudara-saudara, mereka umumnya mengatakan baru pertama kali mendengar
jenis tanaman ini. Padahal, tanaman ini adalah tanaman asli Indonesia!
Bahkan di beberapa forum diskusi di luar negeri, para penggemar tanaman
langka sudah mengatetahui tanaman ini dan men-trade mark-kan tanaman ini
sebagai tanaman asli Yogyakarta atau Kraton Yogyakarta! Bukan lagi
merujuk pada asal negara, tetapi sudah spesifik ke nama daerah.
Mengapa bisa demikian? Menilik kepada sejarahnya, pada masa kerajaan,
tanaman ini merupakan lambang kekuasaan kerajaan Kesultanan Yogyakarta.
Pada masa tersebut, tanaman Kepel hanya boleh ditanamn dilingkungan
keraton Kesultanan Yogyakarta. Masyarakat awam tidak diperbolehkan
menanam tanaman ini, kecuali beberapa abdi dalem keraton. Namun
demikian, seiring dengan pudarnya kekuasaan Kesultana Yogyakarta, maka
tanaman ini sedikit demi sedikit mulai tersebar ke masyarakat, walapun
jumlahnya masih terbatas.
Daun
Tanaman kepel termasuk ke dalam tanaman yang mudah beradaptasi dengan
lingkungannnya, tidak cepat stress. Apabila kondisi lingkungannya
kurang mendukung, tanaman hanya akan mengalami stagnasi pertumbuhan,
namun demikian hebatnyanya daun tanaman ini tidak mudah rontok. Bila
kondisi lingkungan sudah mendukung, maka tanaman ini akan bersemi, yang
dicirikan dengan keluarnya daun-daun muda yang berwarna hijau terang dan
mengkilap (umumnya daun muda ini di Yogyakarta dimakan sebagai
lalapan/urap). Setelah beberapa hari (kurang lebih 1-2 minggu) daun
akan berwarna hijau gelap. Daun yang sudah tua inilah yang biasanya
digunakan sebagai bahan pengobatan. Caranaya rebus 5 atau 7 lembar daun
yang sudah tua, rebus dengan 1,5 liter, sisakan hingga 1/3 nya.
Diamkan 3-5 jam, minum dalam jangka waktu satu hari. Sebaiknya jangan
diminum setelah 1 hari (24 jam), karena setelah waktu tersebut air akan
berlendir, dikhawatirkan air memberi efek sebaliknya.
Tanaman Kepel, atau yang biasa juga disebut Burahol di daerah Jawa
Barat, memiliki manfaat yang sangat luar biasa dan tidak dimiliki oleh
tanaman herbal lain pada umumnya.
Manfaat daun tanaman Kepel diantaranya :
1. Mengobati asam urat
2. Mengobati dan memperlancar air seni
3. Mengobati dan memperlancar sewaktu susah buang air besar
4. Mengobati panas dalam
5. Mengobati sariawan
Buah
Tanaman ini berbuah hanya sekali dalam setahun, di daerah Jawab Barat,
khususnya di Bogor, dan sekitarnya, di mana lebih sering terjadi hujan,
Kepel berbuah lebih cepat dari pada di Yogyakarta dan Jawa Tengah, serta
Jawa Timur, yaitu sekitar bulan Oktober – Nopember. Sedangkan di
Yogyakarta dan Jawa Tengah tanaman berbuah pada bulan-bulan Januari –
Maret.

Buah Kepel sebesar kepalan tangan anak-anak, sehingga dinakaman kepel
(kepalan tangan). Buah Kepel yang masak berasa manis dengan sedikit
aroma harum. Buah Kepel dapat dimakan dengan cara dikulum bijinya,
karena daging buahnya lebih banyak melekat di biji. Selain itu, daging
buahnya juga menempel di kulit dan dapat dimakan dengan memakai sendok,
tetapi bila terkena bagian kulit, akan terasa sedikit pahit. Buah yang
kurang matang akan berasa pahit. Buah ini akan terasa enak jika dimakan
sewaktu segar. Sulit membedakan antara buah yang masak dengan yang
mentah, karena warna kulit luarnya yang sama. Umumnya pemilik pohon ini
hanya makan buah yang sudah jatuh, sebagai ciri bahwa buah tersebut
sudah masak. Sayangnya daging buah kepel yang dapat dimakan hanya
sedikit, karena bijinya yang besar (sebesar biji nangka). Buah Kepel
memiliki jumlah biji yang bervariasi, buah yang kecil biasanya bijinya
berisi 3, sementara yang besar dapat berisi hingga 6 biji.
Manfaat buah Kepel diantaranya :
1. Mengurangi bau keringat yang kurang sedap (tanaman ini juga biasa
disebut sebagai pohon parfum), karena mampu mengurangi bau badan.
2. Membersihkan ginjal
3. Mengurangi bau air seni yang kurang sedap
4. Memberikan efek kemandulan sementara, sehingga dapat digunakan sebagai alat KB sementara.
Batang
Batang pohon Kepel termasuk dalam batang tanaman keras. Batang, cabang
dan rantingnya tidak mudah patah, begitu juga dengan daunnya. Daun
tanaman ini tidak mudah rontok, bahkan hingga berbulan-bulan. Jika di
biarkan tumbuh apa adanya, maka tanaman ini akan terlihat sangat rimbun
hingga cabang, ranting dan daun-daunya dapat menyentuh tanah dan
menutupi batang utamanya. Sangat eksotis!
Sumber : http://dunia-bibit.blogspot.com/2012/06/kepel-stelechocarpus-burahol.html